Betting platform website_Football betting app_Reliable sports betting platform_188BET

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Platform perjudian daquan,Kami online judi,Platform olahraga terbesar di dunia

Hanya ada dua pilihan dalam hidup. Putih atau hitam. Nggak ada lagi yang namanya abu-abu.

Sederhana sih kemampuan-kemampuan tersebut. Namun kalau tidak dipelajari dari sekarang, bisa-bisa kamu lupa ketika nanti udah menjadi seorang istri. Meskipun sederhana namun akan sangat berguna bagimu nanti. Untukmu yang tengah mempersiapkan diri menjadi seorang istri, tetap semangat ya! Belajar memang diperlukan kok untuk bisa menjadi seorang istri idaman.

Memang sih cowokmu suka sama cewek yang mandiri. Namun, kamu juga jangan lupa untuk mengasah kemampuan teamwork-mu dari sekarang sebelum dihalalkan. Mengingat saat sudah menikah nanti, kamu dan dia harus bekerja sama dalam menghidupi rumah tangga. Tak perlu bersusah-susah, kamu bisa memulainya dengan berdiskusi tentang pernikahan kalian nanti. Dari sana kamu bisa melihat bagaimana kalian saling mengalah dan menyesuaikan demi terwujudnya sebuah pernikahan yang menjadi idaman kalian.

Pertengkaran yang berujung saling diam saat masih pacaran memang nggak enak. Apalagi kalau nanti kebawa sampai udah nikah. Tambah nggak enak lagi karena kalian udah satu rumah. Pertengkaran yang berujung saling diam tersebut salah satu penyebabnya adalah ego yang sama-sama besarnya. Untuk itu, kamu perlu belajar untuk meredakan emosi dan mengesampingkan egomu saat pertengkaran terjadi. Bukannya bermaksud tak adil, namun kalau kamu dari sekarang udah belajar, cowokmu juga pelan-pelan akan mengikutimu untuk meredakan egonya. Nggak ada lagi saling diam saat pertengkaran mulai muncul kembali.

Di zaman modern seperti ini, memang semuanya seakan serba praktis. Teknologi yang semakin canggih memang bisa membantu kehidupanmu. Contohnya, saat kelaparan tapi mager keluar rumah, kamu bisa pesan makanan via ojek online. Nggak perlu kepanasan atau antri lama-lama. Simpel dan praktis sih, namun kamu juga perlu belajar memasak untuk calon suamimu nanti. Apa iya kamu tega melihat ia tak pernah memakan masakan rumahan dan hanya mengandalkan beli di luar aja?

Kemampuan tersebut sebenarnya sederhana, namun sering kali dilewatkan oleh para cewek. Untukmu yang sedang mempersiapkan pernikahan juga, 6 kemampuan ini jangan sampai dikesampingkan ya!

Widih, enak banget sih! Padahal baru pertama masaknya ya? Hebat nih calon suami satu ini.

Sebagai cewek, memang butuh persiapan khusus saat akan menapaki jenjang pernikahan. Nggak hanya persiapan fisik dan mental saja. Melainkan mempersiapkan kemampuan untuk menjadi seorang istri juga perlu dilakukan. Tak perlu muluk-muluk untuk langsung menguasai semua kemampuan tersebut, namun kamu bisa pelan-pelan belajar sekaligus mempraktikkannya kelak. Tapi, tahukah kamu kemampuan yang kerap diremehkan para cewek menjelang pernikahan mereka?

Cinta memang tak selalu berarti kata benda. Cinta bisa menjadi kata kerja apabila kamu mempraktikkannya. Karena love is a verb, nggak perlu ragu lagi untuk mengucapkan kata-kata cinta atau sekadar pujian untuknya. Melalui hal tersebut, kamu akan terbiasa menghidupkan suasana dalam hubungan hingga nanti. Nggak perlu jadi puitis, cukup ungkapkan saja kata cintamu yang realistis. Seperti kekagumanmu akan sikapnya yang penyabar atau bahkan apresiasimu ketika merasakan masakan pertamanya untukmu. Sederhana memang, tapi meninggalkan kesan.

Meskipun bukan lulusan manajemen atau bidang keuangan, tapi kamu juga perlu lho belajar untuk mengatur keuangan. Memisahkan dana tabungan dan untuk kebutuhan sehari-hari layak kamu terapkan dari sekarang. Pun juga dengan mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan. Nggak perlu ribet dengan masalah pembukuan, cukup kamu catat di notes atau ponsel aja. Yang penting semua pemasukan dan pengeluaran tercatat sehingga kamu bisa merencanakan kehidupan lebih matang.

Cukup belajar satu atau dua resep makanan kesukaan suamimu dulu. Bisa soto ayam, seblak atau camilan sederhana seperti pisang goreng. Pasti deh, apapun hasilnya, ia akan mengapresiasi usahamu. Dan hal itu bisa membuat hubungan kalian lebih menyatu.

Saat masih berpacaran kamu masih boleh galau-galauan saat dihadapkan dengan dua pilihan. Namun ketika kamu udah menjadi seorang istri, seharusnya udah nggak perlu lagi galau seperti itu. Makanya, sedari dini kamu perlu belajar untuk berani mengambil keputusan. Tentu saja setelah melalui proses pemikiran yang matang. Kalau masih ragu juga, ‘kan ada calon suami yang senantiasa menemani?