Industri Layanan Makanan di 「Baccarat plan」Asia Mulai Beralih ke Cloud Kitchen

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Platform perjudian daquan,Kami online judi,Platform olahraga terbesar di dunia

MBaccarat planenurut lBaccarat planaporan tersebut, pasar layanan makanan dBaccarat plani Asia menyusut sebanyak 25 hingga 30 persen menjadi sekitar 952 miliar dolar AS pada 2020.

Baca juga: Apa Itu Cloud Kitchen, Konsep Bisnis Kuliner yang Marak Saat Pandemi

Pandemi memberi dampak penurunan yang cukup parah untuk pasar layanan makanan di Asia.

Namun demikian, pengiriman makanan online di Asia meningkat sebanyak 30 persen pada tahun 2020. Tahun sebelumnya bahkan tidak mencapai 20 persen.

Menurut laporan Food for thought: evolution of food services post-COVID-19 in Asia oleh perusahan global konsultasi manajemen Kearney, pelaku industri yang inovatif dapat berkembang pesat di tengah penurunan pasar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Cloud kitchen juga semakin populer dan sudah diterapkan oleh sebagian besar restoran cepat saji untuk mendorong pertumbuhan.

Baca juga: Cloud Kitchen, Diprediksi Ubah Pola Bisnis Restoran Konvensional

KOMPAS.com - Industri layanan makanan di Asia beradaptasi dengan pandemi Covid-19. Caranya dengan mengubah model bisnis menjadi berbasis teknologi yang inovatif.

"Saat dampak ekonomi dari COVID-19 dan preferensi konsumen terus berkembang, perusahaan jasa makanan harus segera melakukan pengaturan dan investasi ulang yang signifikan pada bisnis," ujar Siddharth Pathak, Partner di Kearney.

Pasar layanan makanan di Indonesia, India, dan Filipina, terkena dampak parah dengan penurunan sebanyak 35 hingga 45 persen.

Agregator makanan juga mengalami pertumbuhan lebih dari 30 persen, 65 persen dari pengiriman makanan online berasal dari agregator.

Dengan pengaturan ulang, biaya bisnis dapat dialokasikan sebanyak 30 persen ke dalam model operasi baru, seperti cloud kitchen, restoran yang baru, atau restrukturisasi.