Indonesia Lottery_Entertainment casino_Gambling to make money_Football odds_Gaming platform

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Platform perjudian daquan,Kami online judi,Platform olahraga terbesar di dunia

B :” IyThe only way to win baccarata, PaThe only way to win baccaratk, dThe only way to win baccaratulu di divisi jurnalistik.”

Pak Satpam: “Yaaaa. Hih, bisa aja nih ya nyogoknya.”

Kamu: (lihat dosen) (mati deh gue, kemaren baru gue ajak berantem dia soal kebijakan parkir kampus)

Soalnya kamu bakal sering berhadapan dosen buat konsultasi dan perijinan kegiatan atau kamu sering bikin ulah mengganggu “ketentraman” kampus dengan mencari kesalahan-kesalahan yang ada pada kebijakan mereka. Nah ini nih bukti anak BEM bersikap kritis.

Waktu wawancara di PT X dan kebetulan bosnya adalah senior di BEM.

Bos : “Dilihat dari CV-mu, kamu pernah aktif di BEM ya?”

Kamu angkatan 2008.

Kamu: *nurut* *belum sadar kalau nongkrong di sekre itu kayak nongkrong di lumpur hisap. Suka bikin lupa waktu*

HIDUP MAHASISWA INDONESIA!! HIDUP RAKYAT INDONESIA!

Ternyata lembaga eksekutif itu gak cuma dipegang Bapak Presiden saja lho. Mahasiswa juga bisa berperan menjadi badan eksekutif. Kehidupan kampus memang tidak bisa dilepaskan dari yang namanya politik. Maka dibentuklah penggerak politik dalam kampus yang kemudian disebut BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa).

Banyak banget hal yang gak bisa didapet di ruang kelas tapi bisa kamu pelajari dengan berorganisasi. Cara pandangmu, sikapmu, dan bagaimana berinteraksi dengan teman seorganisasimu.

Tokoh muda karismatik yang satu ini memang tak pernah kehilangan pesonanya. Soe Hok Gie adalah fitur nyata seorang intelektual muda yang masih jadi pedoman bagi generasi muda aktivis hari ini.

Kami, pemuda Indonesia, harus mengisi kemerdekaan Indonesia. Tanah air Indonesia adalah segalanya.

Sekretariat BEM sudah jadi rumah kedua bagimu. Gak jarang kamu meninggalkan kemeja khusus buat masuk kuliah, sepatu, jas lab, carger laptop, carger handphone mu, udah berasa pindah kosan. Kosan gratis nih (gak ada ibu kosan yang nagih bayar).

Kamu: “Halo Ma”

Pulang saat matahari sore masih bersinar adalah mitos bagi anak BEM!

Dosen: “Siapa yang bisa jawab? Coba Nicho kamu ‘kan biasa ngomongin soal kebijakan? Coba jelaskan tentang bla bla bla…”

*Foto kabinet dulu ahhh*

BBM naik : siapa yang bersuara?

MEN, TADI LU NANYA MEN! GUE JELASIN BAIK-BAIK DAN LOGIS KOK MALAH DIBILANG LEBAY? MAUNYA APAAA?

Masuk BEM juga gak gampang lho. Semua peserta bakal disaring melalui aktivitas bernama DIKLAT. Kamu dapat penggemblengan dari Diklat Ruang sampai Diklat Lapangan. Kebayang Ngapain aja? Bisa dari menulis esai tentang kamu sendiri sampe tentang seberapa besar nasionalismu. Dari pelatihan kepemimpinan, sampai belajar public speaking.

Anak BEM yang perstasi dan kinerjanya baik biasanya “dipinang” untuk mengisi posisi dalam kabinet. Nah, demi mendapatkan posisi partaimu tentu harus menang dulu di Pemira.

Jungkir balik jadi anak BEM memang amazing banget. Sebagai anak BEM kamu mendapatkan apa yang gak didapatkan oleh mahasiswa non BEM. Kamu memikirkan urusan banyak orang. Kamu punya kesempatan belajar berfikir, berproses. Bagimu, belajar itu bukan hanya soal membaca buku dan mendengarkan dosen. Proses belajar yang sesungguhnya adalah saat kamu turun langsung demi menyuarakan aspirasi masyarakat.

Kamu menjadi cikal bakal pergerakan di Indonesia, yang mampu bicara lantang, dan lebih bijaksana.

Bayar kuliah mahal fasilitas minim : siapa coba yang lapor ke dekanat?

Mama: “Kapan mau skripsi, Kak?”

Eits, ini bukan kupu kupu yang terbang di hinggap di tanaman ya. Tapi ini “kupu – kupu” (Kuliah Pulang- Kuliah Pulang)

Terus kamu terancam dapet nilai C atau malah gak lulus (Lebay banget kalau yang ini).

Kamu: “Hmmm…masih sibuk Ma. 2 tahun lagi gimana?”

Pak Satpam: “Hmmm pasti ada maunya nih. Ada rapat lagi ya nanti malam? Mau gak dikunciin gerbangnya?”

Kamu: “Pak, kopi Pak. Nih, pagi-pagi enaknya ngopi.” (sembari menyodorkan kopi panas)

BEM mengajarkanmu jadi mahasiswa yang tidak tinggal di menara gading. Kamu dididik jadi mahasiswa yang peka dan bermanfaat bagi orang-orang sekitar. Di BEM, kamu tak pernah merasa tinggi hati. Karena ilmu tak ada artinya sebelum bisa dimanfaatkan demi kemajuan bangsa dan orang-orang di sekitarmu.

Wah kak A keren yaa, udah punya cewek belum ya? *ngarep mode on*

Senor: “Ngapain pulang? Cupu! Masih sore! Ayo ke sekre aja.”

Saat memasuki gerbang perkuuliahan, inilah waktunya kamu bisa melakukan banyak hal. Tentunya selain mendengarkan kuliah di kelas. Kamu bisa mengikuti berbagai jenis kegiatan mahasiswa untuk menggali kemampuanmu.

Masuk ke kelas: Kalau ada kuis doang

Banyak orang mengangap sebelah mata mahasiswa-mahasiswa ini karena kebanyakan tidak lulus tepat waktu, kritisnya kebangetan, sampai hobi demo. Padahal ada perjuangan yang tersimpan d ibalik kegiatan sebagai anggota atau pengurus BEM. Nah kali ini Hipwee akan mengupas hal hal yang kamu rasakan ketika kamu menjadi anak BEM. Yang anak BEM, ayo kepal tangannya di udaraaaaa!

Tapi inget pesennya bang Haji Roma yaa, begadang jangan begadang.

Kalau pas masuk ke kelas: TIDUR!

Lihat angkatan 2011 lulus: kalau gak dicegah teman, bisa ada tragedi sayat nadi. KAPAN GILIRAN GUEEE?

Senior: “Woy Tin, ngapain?”

Teman: “Kita harus gimana nih?”

Kamu: *cengo*

Lihat angkatan 2010 lulus: mulai migrain.

Kamu: “Lagi di sekre, Ma. Habis rapat koordinasi.”

Cewek cewek anak baru, sedang kumpul di kantin.

*makan siang bareng* *jadi sahabat seperjuangan selama kuliah*

Terkadang aksi di jalan memang perlu biar orang orang ngelihat apa yang kita suarakan. Untuk mengaspirasikan nasib rakyat. Karene keadilan harus kita perjuangkan. Panas-panas begini tidak sebanding dengan akibat dari ketidakadilan. Dan mahasiswa macam ini lah yang bakal eksis di BEM sampai nanti, karena mereka mau susah payah demi orang lain.

Kalau pacarmu sekelas, urusan labih gampang tinggal minta tolong aja sama doi. Kalau gak, kamu minta tolong teman teman dekatmu. Reaksi temen yang kamu mintai tolong buat titip tanda tangan hanyalah pasrah.

(suara dalam hati)  “Ya ampun, ini ngapain sih? Teriak-teriak gak didengar orang? Mending aku nyanyi aja di kamar mandi.”

Jadwal hidup anak BEM:

Mama: “Kak, lagi apa?”

Teman: “Hmmm ya udah, pikir sambil makan yuk.”

Mukamu pun mulai bertebaran dimana-mana. Baik lewat poster, baliho, Facebook page, sampai website.

Kamu: “Gak tau juga….”

Enggak kok, bukan karena kamu lambat. Tapi…

Kamu: “Ah, Bapak tahu aja. Hehehehe. Iya Pak, tolong titip motor saya ya Pak. Jagain ya Pak.”

Lihat angkatan 2009 lulus: Oh ya udah, gak papa.

Ngantuk Bang, ngantuk…semalam rapat sampai jam 12 malam. Maklumin ya Bang ya?

Tapi memang ini konsekuensi yang harus kamu lalui untuk jadi aktivis kampus. Semester akhir kamu berjuang mati matian.

Kalau udah dianggap begini, pengen teriak: “Eh hellooooo, divisi BEM itu gak cuma aksi doang lho yaaa~”

“Eh, gilee sekarang sambel di warung burjo mang jarwo udah gak sepedes dulu yaa”

“Iya, cabenya mahal kali” “Emangnya gimana sih?” “Iya soalnya negara kita udah dikuasai oleh importir china,and bla blaa blaaa”  ” Ahh, lebay looo”

B: *langsung keterima kerja*

Bos : Oalah, ya ampuuun, kamu itu yang dulu pernah liputan di bandung itu yaaa? Hai Brooo *Peluk*

Kakak Angkatan: “Oke, coba kalian handle seminar tentang Kenaikan BBM, ya?”

Tidak hanya sebagai tempat bertemu dengan rekan-rekan sesama aktivis. Di sekre kamu juga biasa numpang tidur, numpang mandi, ngerjain tugas, sampai mencari pelipur lara waktu kegetiran hidup melanda.

Ohemji, mereka pada buru buru amat sih keluar kampusnya. Aku sedang menikmati jadi mahasiswa nih!

Hari ini jam 2 rapat divisi. Besok jam 4 rapat bikin mading. Lusa jam 5 rapat pameran bulan Juni. Agenda rapat mulai mengisi jadwal kegiatanmu.

(telepon berbunyi)

Kamu: (dalam hati) Ya nasib…begini amat.

*Lebih jarang tidur nih*

Lampu tempat nongkrong mati: siapa juga coba yang lapor?Anak BEM tuh!

HIDUP MAHASISWA INDONESIA *sambil genggam tangan*

Kamu: “Mau pulang, Bang..”

Tas Ransel Gede : Isinya laptop, proposal kegiatan, sabun, sikat gigi, baju ganti buat kuliah, sepatu

Pakai Jaket : Karena keseringan kudu pulang malem, kamu kudu pake jaket biar gak masuk angin. Gak jarang kamu makin eksis karena kamu punya PDH (Pakaian Dinas Harian).

Mama: “Mulai bulan depan gak mama kirimin uang ya. Mau?”

Sikap kritismu juga kadang bikin males temen temen non BEM buat ngobrol sama kamu soal politik. Kalau penjelasanmu udah sampe kemana mana. Temenmu bisa mati berdiri dengernya.

(lewat di depan senior BEM)

Kamar rapi jali~ wangi~ bersih~ Ha iya. Jarang banget tidur di sini. Kosan mah cuma buat nitip barang aja.