Diberi Gula, Nyamuk Tak Bisa Tularkan Vir「European mainstream betting company」us Demam Berdarah

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Platform perjudian daquan,Kami online judi,Platform olahraga terbesar di dunia

Virus ini diEuropeEuropean mainstream betting companyan mainstream betting companybEuropean mainstream betting companyawa dan ditularkan oleh nyamuk, dan dengan pemberian gula, studi ini menunjukkan kemampuan nyamuk dapat terhambat dalam menularkan penyakit-penyakit tersebut.

Para ilmuwan dalam studinya ini mengungkapkan bahwa penyebab penyakit Zika, demam berdarah hingga chikungunya, adalah disebabkan oleh virus yang disebut dengan arbovirus.

KOMPAS.com - Sebuah studi baru menemukan bahwa dengan memberikan gula pada nyamuk sebelum ia makan darah, maka nyamuk Aedes aegypti, penyebab penyakit demam berdarah, tidak akan bisa menularkan virus yang dibawanya.

Baca juga: Mengapa Nyamuk Demam Berdarah Merajalela di Musim Hujan?

Inilah alasan atau penyebab yang kemudian membuat nyamuk betina bertindak sebagai vektor dari banyak patogen yang dapat menularkan penyakit seperti Zika, demam berdarah maupun chikungunya.

Lantas, bagaimana nyamuk betina dikaitkan sebagai pembawa virus penyebab demam berdarah dan bagaimana gula bisa membuatnya tidak bisa menularkan virus ini?

Temuan studi pemberian gula pada nyamuk yang akan memengaruhinya dalam menularkan virus demam berdarah ini telah dipublikasikan di jurnal PLOS Pathogens.

Spesies nyamuk Aedes aegypti adalah vektor arbovirus penyebab penyakit demam berdarah. 

Nyamuk dewasa, jantan dan betina, memakan nektar dan getah tanaman untuk mendapatkan karbohidrat sebagai cadangan energinya.

Baca juga: Rekayasa Genetika Nyamuk Ini Siap Lawan Demam Berdarah

Para peneliti menjelaskan bahwa studi tersebut adalah hasil dari tantangan yang signifikan untuk lebih memahami bagaimana nutrisi memengaruhi kekebalan dan ketahanan terhadap infeksi pada spesies yang relevan seperti nyamuk.

Dilansir dari Phys, Sabtu (4/9/2021), nyamuk betina membutuhkan makanan darah untuk berkembang biak.

Dalam studi ini menunjukkan bahwa nyamuk ini telah meningkatkan kekebalan pada usus setelah makan gula, yang pada gilirannya melindungi spesies betina dari infeksi virus.

Penelitian ini dipimpin oleh para peneliti di MRC-University of Glasgow Center for Virus Research.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email