Jenis Kopi Indonesia yang Paling Pop「Crown Gaming」uler di Rusia

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Platform perjudian daquan,Kami online judi,Platform olahraga terbesar di dunia

Crown GamingnamunCrown GamCrown Gaminging, mesCrown GamingCrown Gamingki konsumsi kopi di Rusia tinggi kopi di Indonesia kurang dikenal lebih dalam. 

"Untuk pasar kopi Indonesia di Rusia juga meningkat dari tahun 2018 hanya 9,8 juta dollar AS, tahun 2019 jadi 20,5 juta dollar AS," tutur Azis webinar Kopi Indonesia di Moskow: Kehadiran dan Prospeknya oleh KBRI Moskow pada Kamis, (27/08/2020).

Kopi Bajawa

Ketua Asosiasi Produsen Teh dan Kopi Rusia, Ramaz Chanturiya, berujar bahwa konsumen kopi di Rusia di dominasi anak muda

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Mengukur Potensi Kopi Indonesia di Rusia

"Jika ditanya kepada warga Rusia mengenai kopi dari Indonesia, pasti warga Rusia akan menjawab mereka mengetahui kopi luwak. Menurut saya ini buruk untuk bisnis kopi Indonesia," ucap Andrey.

KOMPAS.com - Konsusmsi kopi Indonesia di Rusia mengalami peningkatan, seiring dengan tren minum kopi di Rusia.  

Wakil Kepala Perwakilan RI di Rusia, Azis Nurwahyudi, mengungkapkan adanya peningkatan pasar kopi Indonesia dari tahun 2018 ke 2019.

Ia menyebutkan konsumsi perkapita di Rusia tahun 2019 mencapai 1,7 kilogram per orang, dalam setahun jika ditotal mencapai 241.608 ton kopi.

Baca juga: Tips Pertahankan Bisnis Kopi di Tengah Masa Pandemi

"Konsumsi kopi di kategori usia lain juga cukup tinggi, bahkan saat jaman Rusia masih Uni Soviet kopi juga produk favorit walaupun barang mewah," tutur Ramaz.

Hal tersebut karena produksi kopi luwak kini produksinya lebih condong industrial dan merusak alam.

Ramaz melanjutkan dirinya merasa yakin bahwa pasar kopi di Rusia makin besar dan kuat.

Direktur Umum KLD Coffee Importers, Andrey Elson, menjelaskan bahwa warga Rusia kurang mengetahui jenis-jenis kopi di Indonesia.

Baca juga: Resep Es Kopi Susu Kekinian, Pakai Gula Aren Cair

Lebih dikenalnya kopi luwak dianggap buruk bagi bisnis kopi Indonesia karena Andrey sudah memutuskan hubungan kerjasama dengan produsen kopi luwak.

Hal tersebut didasari pada masa pandemi ini tidak mengurangi konsumsi kopi di Rusia yang tinggi.